Kunjungan STUDI Mahasiswa STEBI AL Muhsin di Kedaulatan Rakyat Tahun 2017

Berita Seputar Al-Muhsin


Kunjungan STUDI Mahasiswa STEBI AL Muhsin di Kedaulatan Rakyat Tahun 2017

Pemberangkatan dari kampus mulai jam 08.00. sebelumnya kami sudah menentukan untuk berangkat jam 07.30 tetapi teman – teman masih belum ada yang datang. Jadi ntuk itu kami tambahi 30 menit lagi. Jadi waktu berangkat jam 08.00. Dan sampai di lokasi jam 08.45, jadi ada waktu untuk istirahat sebelum kita melakukan kegiatan. Kunjungan ini merupakan kunjungan pertamakali untuk STEBI krapyak wetan Jogjakarta ini. Mengapa baru kali ini karena kampus ini masih baru saja berdiri 2012. Jadi untuk masalah pengalaman dan prestasi masih sangat minim sekali. Jumlah yang ikut dari kegiatan tersebut adalah 20 orang. 17 peserta dari semester 1. 2 orang dari semester 3. Dan 2 orang lagi dari semester 7. Dari jumlah tersebut 30 persen yang ikut karena jumlah keseluruhan Cuma mencapai 60 mahasiswa. Setelah jam 08.45 sampai ditujuan. Kami beristirahat sejenak sambil menunggu teman yang masih terpisah – pisah dijalanan. Sambil mengamati suasana halaman percetakan KR. Didepannya terdapat mesin lama yang kiranya telah diapakai sejak zaman belanda. Mesin tersebut dipajang didepan gedung. Atau disekitar taman. Karena bagaimanapun juga alat yang sudah tua itu menjadi sejarahnya KR. Dan sejarah sendiri tidak boleh dilupakan dalam hidup ini. Ketika jam 09.00 tepat kami perwakilan menuju ke pos dekat gerbang KR. Guna untuk mengisi laporan kunjungan. Sebelumnya jumlah peserta yang mengunjungi KR sangatlah banyak. Dari daftar hadir yang telah disediakan dipos itulah kami mengisi dan membayar uang seikhlasnya. Dan dari itu kita melihat jumlah kitalah yang paling sedikit sekali. Yakni Cuma 20 peserta dari pada kunjungan – kunjungan sebelumnya. Jumlahnya ada yang seratus, tujuh lima, empat lima, enam lima, dan sebagainya. Tetapi bagi kami, itu bukanlah masalah. Kita bersama – sama enjoy saja. Yang penting pengetahuan dan wawasan kita dapatkan. Malah dengan jumlah sedikit itulah kita lebih faham secara betul dari apa yang kita kunjungi secara bersama. Lalu maksud dan tujuan kamipun insyaallah terpenuhi. Kunjungan berjalan mulus dan sangat menyenangkan. Karena dari pemandu kunjungan orangnya ramah, loyalitas dan sangat faham sekali tentang KR. Jadi kami bisa mengeksploitasi semua pertanyaan yang sudah kami persiapkan sebelumnya. Tapi sayang, karena waktu terbatas, jadi kita menanyakan dari pertanyaan yang baling berbobot dan paling bermanfaat saja bagi kami. pertanyaan pada saat kunjungan Dafatar 1. Bagaiman sejarah singkat dan tujuan tulisan pada saat zaman dahulu ketika belanda masih di tanah air ini ? 2. Bagaimana sistem dan proses pihak KR mendapatkan dan mencantumkan tulisan serta berita dalam koran ? 3. Apa keunggulan media cetak dengan media elektronik?. 4. Apa tulisan yang sangat diminati sekali oleh pembaca ? Dari kesemua pertanyaan yang sudah kami ajukanpun. Dijawabnya dengan senang hati oleh beliau ibu Suci. Dia di KR menjabat sebagai redaktur 2. Jadi tidak salah lagi. Bahwa semua yang menyakut media KR ia faham betul. A. Sejarah singkat dan tujuan percetakan KR pada saat zaman penjajahan Pada zaman dahulu koran dicetak. Tujuanya tidak beda jauh dari sekarang ini. Pada saat masa belanda masih menjajah tanah air ini. Fungsi koran disebar luaskan hanya untuk meningkatkan semangat baca, memberi informasi, dan menambah pengetahuan bagi khalayak. Dan yang paling menakjubkan adalah pada saat itu koran tidaklah dijual. Melain dibagikan secara geratis bagi siapa saja yang mau membacanya. Entahlah kalau semacam itu biaya cetak ditanggung siapa. Tetapi sayang informasi hanya sebatas itu. Kita tidak menanyakan lebih dalam lagi terkait perkembangan media tersebut dari tahun ke tahun. Sampai sekarang tujuanya bermulti fungsi. B. Masalah Kepenulisan dan Percetakan 1. , jadi untuk pengambilan berita yang mau dieksploitasi kemedia cetak itu melalui beberapa step . Pertama jika ada tulisan yang masuk ke kami, tulisan itupun menujunya ke korektor terlebih dahulu. Dari korektor inilah proses adanya pembenahan tulisan. Baik tentang ejaan EYDnya, atau tanda titik komanya. Tetapi perlu diingat pihak korektor, tidak berhak untuk menambahi atau mengurangi tulisan penulis. 2. setelah dari korektor tulisan akan menuju ke pihak redaktur . Dari redaktur ini yang lebih menentukan. Apakah tulisan kita bisa masuk dan layak cetak atau tidak. Dan redaktur pula mempunyai hak. Untuk mengubah tulisan, mengubah judul, dan lain sebagainya. Selain memiliki banyak hak. Redaktur pula bertanggung jawab paling besar dimedia tersebut. 3. setelah proses penyuntingan dari pihak redaktur sudah selesai. Baru tulisan akan diberikan pihak pletting. Dari pihak sinilah yang akan mengolah sebuah tulisan tersebut samapi jadi koran yang siap baca. C. Keunggulan media cetak dibanding media elektronik Jelas lebih unggul sekali mas “ jawab beliau “. Kalau media cetak seperti koran berarti tidak jauh dengan buku. Bahkan sama. Tidak beda sama sekali. Keunggulan media cetak dibanding media elektronik adalah. 1. Masih bisa disimpan sampai kapunpun. Asalkan tidak dimakan kutu saja. 2. Tidak membutuhkan uang terus menerus hanya sekali bayar saja. Sangat jauh beda dengan elektronik. Kalau informasi dari media elektronik perlu kita simpan terlebih dahulu. Dan jika menyimpan terus – menerus maka tempat penyimpanan baik hardisk, flaskdisk, hp, laptop itu kapasitasnya sangatlah terbatas. 3. Lebih nyaman kalau dibawa kemana – mana. 4. Tidak kesusahan mencari data jika sudah lama dicetak. Dan masih diinginkan beritanya untuk sebagai refrensi. Masih banyak sekali keunggulan media cetak dibanding media elektronik. Tetapi jawaban ini tidak menyinggung atau mengkampanyekan agar kita lebih senang media cetak daripada media elektronik. Media elektronik sangat penting sekali untuk kekinian ini. Tidak hanya melulu masalah berita. Tetapi luar dari itu fungsi media elektronik sangat banyak sekali. “ Jawab bu Suci singkat “ D. Tulisan yang sangat diminati oleh pembaca Pertanyaan ini adalah pertnyaan yang sangat sulit sekali. Dan tidak bisa dijawab begitu saja. Tetapi yang menjawab adalah pihak redaktur. Jadi apa susahnya. Katanya : untuk masalah tersebut berarti kita harus mengadakan analisis terlebih dahulu mas. Dan yang kedua setiap beda umur dari kalangan dewasa, remaja, anak – anak itu beda – beda. Dan untuk masalah penulisan yang sangat disukai oleh masyarakat adalah tulisan yang masih hangat beritanya dan tidak basi atau istilahnya adalah faktual. ( Kekinian ) Pertanyaan semua sudah dijawan oleh bu Suci. Dan yang terakhir adalah kita terjun langsung. Dan tidak melulu mendapatkan materi. Mengingat otak manusia itu tidaklah satu. Tetapi terbagi menjadi 3. Ada otak kiri, tengah dan kanan. Setelah otak kiri selesai untuk menerima materi. Giliran otak kanan kita fungsingkan. Dengan terjun langsung dan melihat dengan mata telanjang. Bagaimana sih mesin cetak koran itu ???? semua teman – teman pada penasaran akan hal itu. Ketika sudah sampai diruang percetakan dan masuk kedalamnya. Uh... sungguh menakjubkan. Ternyata mesin cetak untuk koran sangat besar sekali. Besarnya segede rumah. Dan itu tidak hanya ada satu. Tetapi empat sampai tujuhan mesin. Setiap mesin memiliki fungsi yang berbeda. Dan setiap mesin pula memiliki warna yang tertentu. Ada yang berwarna biru, kuning, merah dan hitam. Sambil melihat – lihat ruangan cetakan kamipun sempatkan untuk bertanya – tanya kepada kepala bagian percetakan. Salah satu pertanyaan kami adalah dari mana pak mesin ini didatangkan ? dan berapa cepat mesin ini bisa mencetak pak ? bapak Budipun menjawab dengan senang hati. “ Gini mas... mesin ini dibeli dan ditangkan dari Jepang. Mesin ini bisa mencetak 25.000 eks/ jam “ dan beliaupun membumbuhi “ setiap hari koran dicetak mas “ itu pasti di Pletting “ dicetak diseng[ ]. “ Gunanya agar awet dan data yang dicetak suatu saat bisa dilihat kembali sebagai refrensi nantinya. Setelah acara selesai. Kami bersama – sama ambil moment untuk kenang – kenangan. Ditempat mesin percetakan. Dan tidak lupa pula dengan ibu suci selaku redaktur KR 2. Sekaligus memberikan cindera mata kepada beliau. Semester satu angkatan 2016/2017 10 Januari 2017 Oleh : Mohammad Yusuf ( Koordinator kunjungan KR ) Mahasiswa asli Lamongan Jawa Timur. Tinggal dikomunitas baca dan tulis Baitul Kilmah Kasongan permai Sewon bantul Jogjakarta. Asuhan Aguk Irawan MN asli Lamongan.

Comments

Twitter

Kunjungilah Twitter STEBI AL-Muhsin Yogyakarta

Facebook

Kunjungilah Facebook STEBI AL-Muhsin Yogyakarta

Email STEBI Al-Muhsin

Silahkan Saran kami lewat akun email kami